LAMPUNG – Hujan deras yang Mengguyur wilayah Bandar Lampung sejak Senin dini hari (21/4) telah menyebabkan banjir di sejumlah titik kota. Salah satu kawasan yang terdampak adalah Kelurahan Way Lunik dan Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung. Banjir merendam rumah warga, menyebabkan kerusakan infrastruktur, serta menghambat aktivitas masyarakat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menyalurkan bantuan paket sembako kepada para korban banjir.

Bantuan yang disalurkan berupa 400 paket sembako untuk dua kelurahan yaitu Way Lunik dan Pidada yang berada disekitar wilayah operasional SMBR di Panjang. Setiap paket sembako berisi kebutuhan pokok seperti beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, tepung terigu 1 kg, kecap 200 gram, gula pasir 1 kg, dan satu kaleng susu kental manis (SKM).

Penyerahan bantuan diwakili oleh Senior Manager of Palembang & Panjang Plant SMBR Ade Dwi Wijayanto pada Selasa (23/4) di kelurahan masing – masing, dan diterima secara simbolis oleh Lurah Way Lunik Doddy Marthalaga dan Sekretaris Lurah Pidada Mizuardi. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan melalui masing-masing RT agar dapat didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen SMBR untuk hadir dan membantu masyarakat sekitar, khususnya yang berada di sekitar wilayah operasional kami. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Ade saat penyerahan bantuan.

Sebelumnya, pada Januari lalu, SMBR bersama BAZNAS juga telah menyalurkan bantuan serupa untuk masyarakat di wilayah yang sama. Konsistensi ini mencerminkan kepedulian berkelanjutan SMBR terhadap korban bencana di sekitar lingkungan operasional perusahaan.

Lurah Way Lunik, Doddy Marthalaga, mengapresiasi kepedulian dan dukungan yang terus diberikan.“Kami sangat berterima kasih kepada Semen Baturaja dan BAZNAS atas bantuan yang secara konsisten mereka berikan. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya dalam situasi darurat seperti ini. Kehadiran mereka membawa harapan dan semangat baru bagi warga kami,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu warga Kelurahan Way Lunik Ibu Jumiati, juga turut menyampaikan rasa syukurnya. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sejak banjir, kebutuhan harian sulit dipenuhi. Terima kasih kepada Semen Baturaja dan BAZNAS atas bantuannya, semoga terus diberi kelancaran dan keberkahan,” tuturnya.

Bantuan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) SMBR yang secara aktif menggandeng berbagai pihak untuk memberikan dampak positif dan manfaat nyata bagi masyarakat.

BATURAJA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menaikkan peringkat  PT Semen Baturaja Tbk (IDX: SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) (IDX:SMGR) menjadi “IdAA-” dengan prospek stabil, dari sebelumnya “idA+” stabil. Penetapan peringkat terbaru ini didasarkan pada laporan keuangan audit per 31 Desember 2024, dan memperkuat keyakinan atas peran strategis SMBR dalam Grup SIG serta potensi pertumbuhannya ke depan.

Pefindo menyampaikan bahwa peringkat “IdAA-” stabil mencerminkan tingkat dukungan yang kuat dari SIG sebagai induk usaha yang memiliki peringkat “IdAAA” stabil, posisi pasar SMBR yang kuat di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), serta struktur permodalan yang kuat. Kinerja operasional yang stabil dan hubungan strategis dengan SIG juga menjadi penopang utama dalam penilaian ini.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu menyambut positif peningkatan peringkat ini. Menurutnya, hal ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap arah bisnis dan kekuatan fundamental SMBR.

“Peningkatan peringkat ini merupakan bentuk pengakuan atas fundamental bisnis yang solid, prospek jangka panjang yang menjanjikan, serta sinergi yang terus diperkuat bersama SIG. Kami juga berkomitmen untuk terus menjaga kinerja keuangan yang sehat di tengah dinamika industri,” ujar Hari.

Lebih lanjut, SMBR akan terus fokus pada penguatan pangsa pasar, peningkatan efisiensi operasional, dan optimalisasi utilisasi pabrik untuk menciptakan profitabilitas yang berkelanjutan. Mengoptimalkan pengelolaan arus kas dan struktur permodalan untuk memastikan kondisi likuiditas tetap sehat dan tingkat solvabilitas tetap terjaga.

Sepanjang tahun 2024, SMBR mencatatkan kinerja keuangan yang positif, dengan pendapatan mencapai Rp2,09 triliun, tumbuh 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,04 triliun. Efisiensi biaya operasional turut berkontribusi pada pencapaian tersebut, di antaranya penurunan beban penjualan sebesar 19,5% menjadi Rp161,3 miliar, beban umum dan administrasi turun 11,9% menjadi Rp203,3 miliar, serta beban keuangan yang berkurang 20% menjadi Rp78,85 miliar. Alhasil, laba tahun berjalan meningkat 6,3% menjadi Rp129,25 miliar.

“SMBR akan terus menjaga momentum pertumbuhan yang positif demi memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang, sekaligus menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Hari. (*)

BATURAJA – Setelah diresmikan pada bukan Oktober tahun lalu, Pos Pelayanan Terpadu Lansia (Poslansia) yang digagas oleh Ikatan Istri Karyawan Semen Baturaja (IIKSB) di Klinik Pratama Semen Baturaja, terus berjalan secara rutin setiap bulan sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas kesehatan para lanjut usia.

Program yang didukung oleh Corporate Social Responsibility (CSR) PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) ini dilaksanakan setiap minggu kedua di setiap bulannya. Kegiatan ini diikuti oleh para lansia yang terdiri dari pensiunan karyawan SMBR.

Dalam setiap pertemuan, para lansia mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek tekanan darah, kadar gula darah, hingga konsultasi kesehatan secara berkala. Selain itu, SMBR melalui Program Berlian (Berdaya Ibu, Anak dan Lansia) juga secara rutin menyalurkan bantuan obat-obatan untuk mendukung keberlangsungan pelayanan Kesehatan para lansia.

Salah satu pensiunan SMBR, Ibu Tina Jhonson, menyampaikan apresiasinya terhadap keberlanjutan program ini. “Sejak adanya Poslansia, saya merasa lebih tenang karena kesehatan kami dipantau secara rutin. Obat-obatan juga selalu tersedia, jadi kami tidak perlu khawatir lagi. Terima kasih kepada IIKSB dan SMBR yang masih peduli dengan kami yang sudah pensiun,” ujarnya.

Ketua Umum IIKSB Erni Oktariansari mengungkapkan bahwa keberlangsungan Poslansia merupakan hasil kolaborasi antara kepedulian sosial dan kesadaran akan pentingnya kesehatan lansia. “Kami berharap Poslansia ini bisa menjadi ruang yang tidak hanya menjaga kesehatan fisik para lansia, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan berbagi cerita antar generasi,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Senior Manager of CSR SMBR Kristan Teguh, ia menyampaikan perusahaan berkomitmen untuk mendukung program ini secara berkelanjutan.

“Pensiunan adalah bagian dari keluarga besar SMBR yang memiliki peran penting dalam membangun fondasi perusahaan hingga seperti sekarang. Melalui Poslansia, kami ingin memastikan bahwa mereka tetap mendapatkan perhatian, khususnya dalam hal kesehatan. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami yang tidak berhenti setelah masa kerja selesai,” jelasnya.

Dengan keberlanjutan program ini, SMBR kembali menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat, khususnya para lansia, adalah bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan sekitar. (*)

BATURAJA – Ditengah kondisi pasar yang mengalami koreksi dan tekanan oversupply, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan kinerja positif tahun 2024.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu mengatakan kinerja tahun 2024, SMBR berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,09 triliun atau meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,04 triliun. Meskipun pasar domestik mengalami koreksi, SMBR mampu meningkatkan volume penjualan semen sebesar 2,23 juta ton atau tumbuh 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,16 juta ton.

Pendapatan ditopang oleh penjualan pada pihak berelasi yang sebesar Rp 2,00 triliun. Kemudian juga didapatkan dari penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp 62,56 miliar dan disusul penjualan segmen bisnis non semen atau diversifikasi produk senilai Rp 18,88 miliar.   

Selain itu, SMBR juga berhasil memangkas beban penjualan sebesar 19,5% menjadi Rp161,3 miliar dari sebelumnya sebesar Rp200,4 miliar dibandingkan periode tahun lalu. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang turun 11,9% menjadi Rp203,3 miliar dari sebelumnya sebesar Rp230,8 miliar dibandingkan periode tahun lalu. Beban keuangan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 20% menjadi Rp78,85 miliar dari sebelumnya Rp98,60 miliar dibandingkan periode tahun lalu.

“Hasilnya, SMBR mampu mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp129,25 miliar, angka ini meningkat 6,3% dibandingkan laba bersih di tahun 2023 yang senilai Rp121,57 miliar,” ucap Hari.

“Pencapaian ini didorong oleh strategi cost leadership melalui operational excellence, yang mencakup peningkatan performa peralatan, optimalisasi supply chain, serta efisiensi di seluruh lini operasional. Selain itu, kami juga terus mengembangkan sumber pendapatan baru dan memperkuat sinergi dengan SIG sebagai induk usaha,” katanya.

Selain pertumbuhan kinerja bisnis, SMBR terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. SMBR mencatatkan pencapaian signifikan dengan berhasil menurunkan emisi karbon menjadi 561,5 kg CO2/Ton Cement Equivalent (Cem) dari sebelumnya 577,4 kg CO2/Ton Cem pada tahun 2023. Penurunan emisi ini didukung oleh peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif (Alternative Fuel & Raw Material/AFR), yang mencapai 9.401 ton atau tumbuh 41% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 6.661 ton, serta penurunan faktor klinker total menjadi 67,2% dari sebelumnya 68,6%.

Berkat upaya tersebut, SMBR berhasil meraih PROPER Hijau Tahun 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar pencapaian lingkungan, keberhasilan SMBR dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi juga membawa manfaat finansial bagi perusahaan. Sebagai penerima fasilitas kredit sindikasi Sustainability-Linked Loan (SLL), SMBR mendapatkan insentif berupa potensi penurunan beban bunga pinjaman bank. Dalam skema ini, pencapaian target keberlanjutan, seperti pengurangan emisi karbon dan peningkatan pemanfaatan energi alternatif, berkontribusi terhadap penurunan suku bunga kredit, sehingga membantu efisiensi biaya keuangan perusahaan.

“Penurunan emisi karbon ini tidak lepas dari strategi SMBR dalam meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif serta menurunkan faktor klinker, yang berkontribusi signifikan terhadap efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan. Upaya ini sejalan dengan komitmen SMBR dalam penerapan ESG, di mana kami terus berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan serta mendorong penggunaan energi terbarukan untuk mendukung terciptanya industri semen yang berkelanjutan. Selain manfaat bagi lingkungan, strategi ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dan penguatan struktur keuangan SMBR,” kata Hari.

Hari menambahkan saat ini, SMBR tengah merencanakan pembangunan fasilitas produksi bata interlock brick presisi sebagai bagian dari inovasi semen hijau. Langkah ini merupakan upaya perusahaan dalam menghadirkan produk ramah lingkungan guna mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Dengan kinerja yang terus bertumbuh dan strategi bisnis yang adaptif, SMBR optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan berkontribusi pada industri semen nasional secara berkelanjutan,” tutupnya. (*)

BATURAJA – Ramadan menjadi momen istimewa untuk berbagi dan menebar kebahagiaan. PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat sekitar dengan menyalurkan bantuan kepada anak yatim piatu, Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), dan masjid di wilayah operasional perusahaan di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), SMBR menyalurkan 100 paket peralatan sekolah bagi anak-anak yatim piatu di tiga panti asuhan, yaitu Panti Asuhan Mustika, Panti Asuhan An Nur Muhammadiyah, dan Panti Asuhan Ashifa. Bantuan tersebut terdiri dari tas sekolah, buku tulis, pena, pensil, crayon warna, penghapus, dan peruncing pensil. Penyerahan bantuan dilakukan pada Jumat (21/3) kepada pengurus panti asuhan setempat dan disambut antusias oleh anak-anak penerima manfaat.

Selain itu, SMBR juga menyalurkan bantuan berupa 46 rehal, 46 mushaf Al-Quran, dan 230 buku Iqra kepada 31 TPA serta 16 masjid di wilayah sekitar perusahaan. Bantuan ini bertujuan untuk mendukung pendidikan agama serta meningkatkan fasilitas ibadah Masyarakat.

Senior Manager of Corporate Social Responsibility SMBR, Kristan Teguh, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar serta komitmen SMBR dalam memberikan manfaat berkelanjutan.

“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan semangat baru bagi anak-anak yatim dalam menempuh pendidikan serta mendukung pembelajaran agama bagi para santri di TPA dan jamaah masjid. Ramadan adalah momen penuh keberkahan, dan kami ingin berbagi kebahagiaan dengan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Kristan.

Penyaluran bantuan ini juga sejalan dengan program Asta Cita pemerintah Prabowo-Gibran, terutama poin kedelapan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara lingkungan, budaya, dan kehidupan beragama dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Salah satu penerima bantuan, Halisa Armita dari Panti Asuhan An Nur Muhammadiyah, mengungkapkan rasa bahagianya menerima peralatan sekolah baru. “Terima kasih Semen Baturaja, saya senang dapat tas dan buku baru. Jadi makin semangat belajar untuk meraih cita-cita,” ujarnya penuh antusias.

Sementara itu, Sandra Yulita, pengurus Masjid Nurul Falah Sukajadi, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan. “Ini merupakan inisiatif yang sangat positif, terutama di bulan penuh berkah ini. Semoga kepedulian seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk berbagi di bulan suci ini,” ungkapnya.

SMBR berkomitmen untuk terus menebar manfaat bagi masyarakat melalui berbagai program sosial yang berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar. Semoga semangat berbagi ini membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat. (*)

BATURAJA – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan 1446 H, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mengadakan kegiatan ‘Berbagi Takjil’ untuk 27 Masjid di Wilayah Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Kegiatan ini telah berlangsung dari tanggal 3 – 21 Maret 2025 dan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Olahraga dan Kesenian (Baporkes) SMBR.

Sebanyak 100 porsi takjil gratis disalurkan ke setiap masjid untuk membantu jamaah berbuka puasa. Selain itu, SMBR juga membagikan takjil kepada pengendara dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Pembagian dilakukan di beberapa titik strategis, seperti persimpangan jalan utama dan area sekitar pabrik.

Senior Manager of Corporate Social Responsibility SMBR Kristan Teguh menegaskan bahwa program berbagi takjil ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat dan mempererat hubungan yang telah terjalin. “Ramadan adalah bulan penuh berkah, dan SMBR ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekitar. Kami berharap inisiatif ini dapat memberikan manfaat nyata bagi jamaah dan pengendara yang tengah menjalankan ibadah puasa,” ujar Teguh.

Tak hanya itu, Kegiatan ini melibatkan partisipasi langsung dari para pegawai SMBR yang secara sukarela turun langsung ke jalan dan masjid untuk membagikan takjil. Masyarakat Baturaja menyambut dengan antusias, terbukti dari respons positif yang diberikan.

Salah satu warga, Agus menyampaikan rasa terima kasihnya. “Takjil ini sangat membantu, terutama bagi kami yang masih di perjalanan saat azan Magrib berkumandang,” ujarnya. Hal senada juga disampaikan oleh Herman Pengurus Masjid Ajrul Amilin Desa Laya, yang mengapresiasi kepedulian SMBR terhadap jamaah di bulan Ramadan. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Melalui program ini, SMBR terus berupaya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSL). Kegiatan berbagi takjil ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian SMBR terhadap lingkungan sekitar. (*)

BATURAJA  – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali mencatat pencapaian positif dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG), dimana sejak tahun 2023 Penilaian terkait Tata Kelola Perusahaan terhadap SMBR telah berdasarkan standar ASEAN yakni ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS).

Berdasarkan hasil asesmen ACGS 2024, SMBR meraih skor 92,84 poin dengan predikat “Very Good” (Level 4). Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2023, di mana SMBR memperoleh skor 88,51 poin dengan predikat “Good” (Level 3). Penilaian tahun 2024 telah menggunakan standar asesmen versi 2023, sementara asesmen sebelumnya masih mengacu pada versi 2017.

Hasil asesmen ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Penilaian dilakukan oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), yang mengukur berbagai aspek tata kelola perusahaan berdasarkan standar internasional.Pencapaian ini menandakan bahwa implementasi tata kelola korporasi SMBR telah mematuhi seluruh persyaratan internasional sesuai dengan standar  ACGS.

Mengacu pada hasil penilaian pada ACGS 2023 sebagai pembanding, maka skor total yang didapatkan oleh SMBR berada di atas skor rata-rata untuk emiten atau perusahaan publik (Tbk) yang masuk dalam kategori Big Cap (100 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di bursa) yang nilainya mencapai sebesar 82,94.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Raihan predikat Very Good ini merupakan bukti nyata dari komitmen SMBR dalam menerapkan prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik, khususnya dalam aspek keberlanjutan dan Manajemen Risiko. Skor kami juga berada di atas rata-rata emiten lain dalam kategori Big Cap, yang menunjukkan daya saing dan komitmen SMBR dalam menjaga standar tata kelola perusahaan yang unggul. Kami akan terus meningkatkan praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik agar sejalan dengan standar internasional dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hari.

Penilaian ACGS saat ini mencakup berbagai topik material, termasuk aspek Environmental, Social, and Governance (ESG), isu perubahan iklim serta pengelolaan risiko dan peluang terkait iklim. Selain itu, asesmen juga mempertimbangkan keterlibatan pemangku kepentingan, efektivitas saluran komunikasi terkait ESG, peran pengawasan Direksi dan Dewan Komisaris dalam keberlanjutan, serta keberadaan unit pengelola khusus yang bertanggung jawab terhadap aspek keberlanjutan di SMBR. Kualitas laporan keberlanjutan perusahaan juga menjadi salah satu aspek yang dinilai dalam asesmen ini.

Dengan capaian ini, SMBR semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang berkomitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik serta praktik keberlanjutan yang bertanggung jawab. Ke depan, SMBR akan terus berinovasi dan meningkatkan implementasi Tata Kelola Perusahaan yang Baik terhadap semua kegiatan yang ada di SMBR untuk memastikan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*)

BATURAJA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pemanfaatan Alternative Fuel & Raw Material (AFR).

Bahan bakar dan bahan baku alternatif yang dimanfaatkan SMBR meliputi sludge oil, spent bleaching earth, oli bekas, majun bekas, popok bekas, serta insulasi bekas. “Pemanfaatan material ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah industri dan dampak lingkungan, tetapi juga meningkatkan efisiensi energi dalam proses produksi semen” ujar Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu.

Sepanjang tahun 2024, SMBR berhasil memanfaatkan AFR sebesar 9.401 ton, meningkat 41% dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 6.661 ton. Dengan upaya ini, SMBR sukses meningkatkan nilai Thermal Substitution Rate (TSR) hingga 3,18%, melampaui target perusahaan sebesar 2,63%. Capaian ini menegaskan komitmen SMBR dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mendukung target dekarbonisasi industri semen di Indonesia.

“Kami terus mengembangkan inovasi dalam pemanfaatan bahan bakar alternatif guna mengurangi emisi karbon dan mendukung program transisi energi nasional,” tambahnya.

Langkah SMBR dalam memanfaatkan AFR sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempercepat transisi energi dan mendukung pencapaian Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060, serta sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam aspek energi bersih dan terjangkau, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta aksi terhadap perubahan iklim.

Selain itu, upaya ini juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus mempercepat penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan.  

“Transisi menuju energi bersih bukan hanya sebuah kebutuhan industri, tetapi juga sebuah tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Ke depannya, SMBR juga akan memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif. Salah satu inisiatifnya adalah penanaman pohon kaliandra merah yang nantinya akan dikelola menjadi wood pellet sebagai sumber energi hijau bagi industri semen. “Saat ini, perusahaan telah menanam sebanyak 1.500 pohon kaliandra merah sebagai langkah awal dalam implementasi energi hijau,” tutup Hari. (*)

BATURAJA – Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan di Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) menyalurkan sebanyak 1.117 bantuan paket sembako kepada Masyarakat yang berada disekitar wilayah operasional SMBR di Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Penyerahan bantuan paket sembako ini dilakukan secara simbolis di Kantor Camat Baturaja Barat pada Rabu (27/2) oleh Manager of Public, Government & Media Relation SMBR Aprizal Fajri mewaliki manajemen kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal, memberian bantuan sembako ini juga disaksikan oleh perwakilan dari warga setempat dan turut dihadiri oleh   Kepala Bidang Linjamsos di Dinas Sosial Kabupaten OKU Dedy Munandar beserta Camat Baturaja Barat Yan Kurniawan. Selanjutnya, paket sembako disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten OKU kepada warga yang membutuhkan di berbagai desa dan kelurahan secara tepat sasaran.

Setiap paket sembako yang diberikan berisi Beras 5 kg, satu paket Mie Goreng isi 10, serta Minyak Goreng 1 Liter. Adapun distribusi sembako mencakup warga di dua desa di Baturaja Barat, yaitu Laya sebanyak 51 paket dan Pusar sebanyak 131 paket. Selain itu, lima kelurahan di Baturaja Barat turut menerima dukungan ini, yakni Air Gading dengan 146 paket, Batu Kuning 277 paket, Saung Naga 199 paket, Talang Jawa 223 paket, dan Tanjung Agung 46 paket. Sementara itu, satu kelurahan di Baturaja Timur, yaitu Sukajadi, menerima sebanyak 44 paket sembako.

Aprizal Fajri menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari kepedulian SMBR terhadap masyarakat sekitar. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini juga mendukung tujuan pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di daerah. “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya mereka yang berada disekitar wilayah operasional perusahaan. SMBR terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Sumatera Selatan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan program ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo. “Program ini juga sejalan dengan Asta Cita yang tercantum di poin 6, yaitu Membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten OKU Syaiful Kamal mengapresiasi inisiatif SMBR dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. “Dukungan dari SMBR sangat berarti bagi warga, dan kami akan memastikan bantuan ini tersalurkan secara merata kepada yang berhak menerimanya. Kami juga mengapresiasi gerak cepat SMBR dalam mendukung program pemerintah ini,” ungkapnya.

Selain itu, SMBR juga menjalankan program kewirausahaan untuk mendukung melalui Rumah BUMN Baturaja, yang telah berdiri sejak 14 November 2017, untuk mendukung perekonomian masyarakat. Saat ini, program ini telah membina 597 pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti kuliner, kriya, dan lainnya. Di Rumah BUMN Baturaja, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak hanya mendapat bantuan pendanaan, tetapi juga dukungan dalam proses perizinan, sertifikasi halal, berbagai pelatihan, hingga pengemasan dan pemasaran produk

Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL), SMBR terus berkomitmen untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. (*)

JAKARTA – PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), kembali meraih Penghargaan peringkat Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia atas komitmennya dalam praktik ramah lingkungan yang melampaui kepatuhan (beyond compliance).

Penghargaan ini diterima Direktur Operasi SMBR, Muhammad Syafitri, pada Senin (24/2) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta. Capaian ini menandai keberhasilan dua tahun berturut bagi SMBR setelah penghargaan serupa diraih pada 2023, mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip keberlanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan SMBR dan dukungan para pemangku kepentingan. Keberlanjutan bukan sekadar kewajiban, tetapi tanggung jawab kami untuk menjaga lingkungan,” ujar Syafitri.

Ia juga menyampaikan harapannya agar SMBR dapat mencapai hasil yang lebih baik di tahun ini. “Kami berharap dapat mempertahankan PROPER Hijau tahun ini setelah dua tahun berturut-turut meraihnya. Semoga upaya kami membuahkan hasil terbaik,” tambahnya.

Dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan, SMBR telah menerapkan berbagai inisiatif, seperti penggunaan bahan bakar alternatif, pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan.

Diantaranya keberhasilan SMBR dalam pengelolaan lingkungan adalah pemanfaatan bahan bakar alternatif (Alternative Fuel & Raw Material/AFR) seperti Sludge oil, Spent Bleaching Earth (SBE), Diapers Expired, kantong rusak, bungkus oli bekas, dan limbah lainnya. Sepanjang 2023, total AFR yang dimanfaatkan mencapai 6.661 ton. Inisiatif ini berhasil meningkatkan nilai Thermal Substitution Rate (TSR) hingga 3,01%, melampaui target perusahaan sebesar 2,40%.

Selain itu, SMBR telah mengadopsi teknologi Artificial Intelligence (AI) berupa Expert Optimizer (EO), sebuah sistem Intelligent Process Control System (IPCS) yang diimplementasikan pada peralatan pabrik di area Raw Mill, Kiln, dan Cement Mill sejak tahun 2023.

Teknologi ini berfungsi untuk memantau, menganalisis, dan mengontrol proses produksi secara real-time, sehingga membantu mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dan energi. Hasilnya, konsumsi energi panas dan listrik dapat turun sebesar 2–5% tanpa mengurangi kualitas produk.

Implementasi EO ini berhasil menurunkan emisi sebesar 5.414,05 ton CO₂-eq, yang berkontribusi langsung terhadap pengurangan konsumsi energi dalam proses produksi pada tahun 2023. Capaian ini menunjukkan komitmen kuat SMBR dalam menghadirkan operasional yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan upaya mendukung target keberlanjutan nasional. (*)